Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pengalaman

Bedah Buku; Api Sejarah 1 : Ulama, Pahlawan Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Part 3 - habis)

Penguasaan pasar oleh orang Arab muslim yang datang ke Nusantara membuat masyarakat pribumi akrab dengan mereka. Tidak hanya dalam interaksi jual beli, namun masuk sampai pada kehidupan sosial, mereka menikah, membangun perkampungan sampai tanpa sadar islam menjadi agama yang banyak di anut oleh pribumi Nusantara. Komunitas muslim yang sudah menjadi mayoritas ini kemudian membentuk lembaga pengembangan manusia di Indonesia. Dengan tetap menjadikan pasar sebagai basis kekuatan ekonomi, para ulama saat itu membentuk Pondok Pesantren. Sehingga kita akan jumpai setelah kerajaan Hindu Majapahit maupun kerajaan Budha Sriwijaya runtuh, putra mahkota atupun pangerannya belajar ke pondok pesantren. Hal ini dilatarbelakangi oleh kedatangan penjajah Katolik Portugis dan Kristen Spanyol (sekitar abad 16) yang awalnya dalam rangka urusan dagang, merambah hingga penguasaan wilayah. Misi suci yang merupakan doktrin agama membuat upaya penjajahan adalah bentuk “pengabdian” pada agama. Tidak...

Bedah Buku; “Api Sejarah 1: Kenangan yang Wajib Dipelajari” (Part 1)

Tahun 2014, menjadi awal pertemuan pertama saya dengan buku ini. Buku yang memberi kesan ‘horor’ dengan cover full hitam; hanya judul bukunya saja berwarna merah memberi kesan eye catching bagi yang melihatnya. Dan memang sesuai dengan cover, membaca buku ini memberi kesan horror sehingga pembacanya merasa takut jika tidak menyelesaikan membaca buku ini sampai selesai. Bisa jadi, pepatah “don’t judge book by this cover” tidak berlaku bagi buku ini, karena cover dan isinya sama-sama ‘horor’. Sumber : news.detik.com Buku sejarah karya Prof Ahmad Mansur Suryanegara ini sangat patut dibaca semua kalangan, khususnya aktivis pergerakan. Ia dapat membangkitkan ruh perjuangan untuk memberantas neo-imperialis yang muncul benihnya dalam diri bangsa ini. Senada dengan judul buku ini “API SEJARAH”, beliau menjelaskan dalam Kata Pengantarnya agar setiap jiwa dan raga yang sudah menikmati indahnya ekosistem kemerdekaan ini tidak hanya sebagai generasi penikmat, kita yang lebih dikenal de...

T E N A N G

الا بذكر الله تطمئن القلوب "Ingatlah dengan berdzikir kpd Allah, maka hati menjadi tenang." (Qur'an) . Terekam sebuah aktifitas ruhani ditengah riuhnya suara diesel sebuah klotok tujuan Rasau Jaya dari Pelabuhan Teluk Batang, Kayong Utara. Menarik kita telisik, bagaimana bisa ia sholat ditengah ributnya sekeliling ? . Dipertengahan sekitar tahun 2016, saat itu saya dan kawan² asyik berbincang di teras mushola kampus. Mungkin pembicaraan kami terlalu keras, sehingga ada senior yg keluar dengan marah "Heh! Diamlah, g bisa tenang saya didalam.," Seketika kamu terdiam dan saling pandang. . Banyak juga di mayoritas masjid kita jumpai ungkapan (baca: peringatan) untuk tenang dan tidak ribut, silentkan handphone, tidak tilawah terlalu keras, tidak setel musik, ini masih dalam taraf wajar. Ada yang -bahkan- menurut hemat saya terlalu memaksa agar 'mengkondisikan' anak yg dibawa jamaah agar tenang. Bagaimana anak² usia dini disuruh tenang ditengah dunia ...

UKHUWAH

06/01 - Bersaudara itu indah. Maka, mendapatkan suatu keindahan pasti tidak mudah. Bersusah payahlah, keindahan akan dirasa se-sejatinya indah. Itulah ukhuwah. . Ukhuwah; atau dalam arti bhs Indonesia adalah bersaudara, persaudaraan memiliki makna yg jauh lebih luas daripada artinya. Ia lebih dalam mengandung unsur cinta, peduli, simpati, rindu, benci, sayang, perhatian, dan banyak sekali rasa yg pasti menjadi bumbu penyedap persaudaraan. . Banyak kita baca kisah indahnya Ukhuwah yg sudah di contohkan Nabi Muhammad Saw. Pernah suatu saat Rasulullah Saw masih di Makkah, ada seorang musyrikun yg konsisten meludahi Nabi dari atas rumahnya. Suatu hari, Nabi tak mendapati kembali perlakuan itu dan didapatkan info dari sahabat bahwa orang ini sedang sakit sehingga Nabi Muhammad-pun datang menjenguknya. . Alangkah terkejutnya ia, disangkanya Sang Nabi akan datang untuk membalas perlakuan buruknya selama ini, bahkan bisa jadi membunuhnya. Namun apa? Sang Nabi dengan santun dan arif men...

Orang Baik

Belum dapat hati ini beranjak dari kisah kegiatan minggu lalu. Menutup akhir 2019 dengan bercengkrama dg penikmat kata, penghafal cerita serta pensyarah kode²Nya. . Alangkah indahnya Islam, mudahnya menjadi seorang yang baik. Ingatkan kita dalam sebuah ungkapan masyhur dari Imam Ibnu Athoillah dalam kitabnya Al Hikam, beliau berkata "Jika engkau tidak bisa berlomba beramal kebaikan bersama orang Sholeh, maka berlombalah untuk selalu bertaubat diantara para ahli maksiat." . Ataupun sebuah kisah menarik dg matan yg panjang, suatu ketika Rasulullah Saw sedang berkhutbah Jum'at yg temanya bercerita tentang hari kiamat. Hingga suatu ketika ada salah seorang sahabat bertanya "Kapan kiamat itu wahai Rasulullah?" . Namun ternyata Rasulullah tdk merespon, atau mungkin tidak mendengar, atau blm berkenan menjawab ditengah tengah khutbah Jum'at. Hingga sahabat ini mengulang pertanyaan yg sama hingga 3 kali. . Akhirnya Rasulullah balas bertanya, "Apa yg s...

BISMILLAH - 2020

Setiap hari yg Allah ciptakan selalu sama komposisinya. Ia berkumpul dari satuan detik menjadi menit, menit kemudian menjadi jam, lalu berkumpul  sebanyak 24 jam jadilah ia 1 hari. . Allah pula yang menciptakan sedemikian rupa alam semesta selama 6 hari ( sittati ayyaam ). Lah, emangnya Allah g bisa langsung buat 'jadi' gitu? Disinilah Allah mengajarkan makhluknya -manusia- yg dhoif ini arti sebuah proses. Disinilah Allah memberi tantangan untuk membuktikan kehebatan ciptaanNya dg kalimat 'apakah kamu tidak berfikir?'. . Setiap waktu punya kisahnya. Dan waktu lalu (2019) sudah kita lewati dg berbagai macam kejadiannya. Tinggal kita sambut dan jalani waktu ini (2020) dengan semangat baru bersama orang² 'baru'. . "Waktu itu hanya ada 3; waktu lalu yg sdh jadi kenangan, waktu  sekarang yg sedang kita jalani, dan waktu depan yg akan kita temui." (Al Hikmah) . Alhamdulillah, awal tahun Syamsyiyyah 2020 ini saya temui setelah menutup 2019 dengan a...

KOTA SANTRI - (Re.Uni) Part II

Sabtu, 17/11/18. Kota penuh kenangan ini kembali mengungkit kisah lama, kisah perjuangan para pencari doa, perjuangan pa ra peraih berkah kyai, dan pengamal ijazah syurgawi. Di tempat yg mana saya pernah meraih juara 1 Khitobiyah se-@asa_denanyar .  😁   . Reuni; dalam KBBI diartikan pertemuan kembali. Saya tidak akan membicarakan tentang reuni 212, krn emang saya bukan alumninya. Namun mungkin esensi dari pertemuan akbar itu akan saya bahas sedikit dalam kesempatan ini. . Kita akrab dg istilah Reuni; yg menjelaskan agenda pertemuan antar manusia yg sudah lama tidak berjumpa. Misal; reuni alumni MAN Denanyar lulusan 2014, reuni alumni 212 dan lain sebagainya. Maka forum Reuni ini akan menjadi ajang nostalgia, berbagi kabar, informasi terbaru tentang diri pribadi dan kawa2nya. . Menarik saat kita pecah kata REUNI ini menjadi dua, dn ternyata memiliki makna yg lebih luas. RE; artinya kembali, senada dengan istilah REboisasi (penanamam kembali), REset (pengaturan kembali) ds...

KOTA SANTRI - Jombang (Part 1)

Kota kedua dalam perjalanan safarku pada tanggal 17 November 2018. Khusus kota ini, akan aku tulis dalam beberapa postingan. Mengingat banyak moment yang patut dibagikan. Jombang . Menurut info beredar, kata Jombang berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Jawa "IJO" dan "ABANG". Ijo artinya Hijau, dan Abang artinya merah. Dua kata yg berarti warna dengan maksud menunjukkan dua entitas penting dalam struktur sosial disalah satu kota di Jawa Timur ini. Apa maksudnya? Ijo. Mewakili kalangan agamis. Seperi yg kita banyak ketahui bahwa di Jombang ini 3 serangkai pendiri Nahdhatul Ulama hidup sampai akhir usianya. KH. Hasyim Asy'ari (Tebuireng), KH. Wahab Hasbullah (Tambak Beras) dan KH. Bishri Syansuri (Denanyar). Disini terdapat 4 pondok pesantren besar yang membawa Jombang mendapat predikat Kota Santri, 3 desa dg pendiri yg saya sebut diatas tambah lagi Ponpes Darul Ulum di Rejoso, Kec. Peterongan. Tidak sulit jika pergi ke Jombang bertemu dg orang berkop...

KOTA PAHLAWAN - Surabaya

Surabaya, 16 November 2018. Perjalanan panjang pulau Jawa dimulai dari kota ini. Kota perjuangan, kotanya "arek-arek" yang menggelorakan seruan turun ke jalan dari Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari yang kita kenal dg Resolusi Jihad. Tokoh pemuda kala itu, Bung Tomo sebelum memimpin pasukan pemuda terlebih dahulu 'sowan' ke Jombang menemui Mbah Hasyim. Meminta doa restu dan juga amalan, apa amalannya? Sertakan kalimat takbir dalam pidatonya. Tak ayal, seruan yang menggema melalui radio itu membangkitkan semangat santri, ulama, kyai dan rakyat Surabaya khususnya untuk menyambut kedatangan tentara Belanda. Semangat itu masih ada kawan. Saat raga kembali bersua dengan rekan, handai taulan dan mantan #eh. Diskusi pergerakan dan kabar terkait pemikiran mewarnai majelis hari itu. Disambut oleh aktivis UIN Sunan Ampel @arifkeyzon dan @nashirsyafruddin. Semoga ukhuwwah akan selalu terjaga, meskipun pilihan politik beda. Maklum, tahun politik. Haha Memori perjalanan K...

Muslim Kok Gitu, Sih?

"Sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara, karena itu maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yg berselisih) dan bertakwalah kpd Allah agar kamu mendapat rahmat." (Qs. AlHujurat : 10) Ayat ini menjelaskan bahwa persaudaraan berkolerasi dengan keimanan. Bagaimana tidak, manusia model apa yang mampu melawan tank baja dan hujan roket hanya dengan berbekal ketapel ditangan? Bisa kita lihat anak-anak Palestina. Apa yang membuat Panglima Jenderal Sudirman kékéh  turun ke medan perang meski harus ditandu, sigap memimpin pasukan gerilya melawan Belanda.  Itu buah persaudaraan dengan iman. Tapi ada yang bersaudara dalam keburukan. Dan persaudaraan mereka lebih rekat. Kita lihat kelompok pencopet, preman pasar, atau geng motor ugal-ugalan. Sayang, persaudaraan mereka tidak dibalut iman. Muslim saat ini memang mengalami kemunduran. Kabarnya, sejak penyerbuan tentara Mongol ke kota Baghdad sehingga runtuhnya Dinasti Abbasyiah bersama ratusan kitab-kitab ilmiah yang dibuah ke...

Shubuh Prayer Effect

Berikut ini kisah nyata akibatnya karena rajin shalat shbuh di masjid. Diambil Dari Buku "Kembali Ke Titik Nol" Halaman 27 - 29, Karya Mas Saptuari Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا “Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” ( HR. Muslim725). Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!! Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam. Ketika hari masih gelap, dingin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepala...

Dinamika "Negara" Mahasiswa

Wacana terkait peran pemuda dalam perkembangan sebuah bangsa tidak bisa di nafikan. Pergelokan politik dari level akar rumput sampai pucuk kepemimpinan sangat jelas dampaknya. Kita ketahui bersama siklus 20 tahunan, mulai berdirinya Organisasi Budi Oetomo, Deklarasai Sumpah Pemuda, runtuhnya rezim Orde Lama, lanjut berikutnya Orde Baru dan seterusnya. Setiap masanya memiliki sejarah dan kisah heroic yang perlu kita kaji dan resapi makna perjuangan untuk dilanjutkan di masa akan datang. Mahasiswa, yang merupakan bagian dari sejarah Indonesia turut menorehkan tinta emasnya. Sebagai bagian dari elemen pemuda, kita (mahasiswa) selalu berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat yang perjuangannya sudah saya paparkan diawal. Dalam perjalannya, mahasiswa sudah menjadikan kampus sebagai “laboratorium”. Maka tidak dipungkiri, output  dari kampus sudah siap pakai di masyarakat. Eksperimen yang dilakukan mahasiswa tidak sekedar sesuai konsen ilmu yang dipelajari di perkuliahan, namun sam...

Kalau Aku Pergi, Memang Kenapa?

Sebuah autokritik - Salah satu tanda akhir zaman adalah diutusnya Nabi Muhammad Saw ke alam semesta untuk sekalian makhluk. Dan itu sudah berlalu 1400 tahun yang lalu. Bersamaan dengan itu disertai dalam dakwah Nabi sebuah panduan hidup berupa lembaran yang dibukukan bernama AlQur-an, tepat pertama diturunkan pada bulan pilihan yakni Ramadhan. Ramadhan yang diberkahi ini dirasakan tidak hanya bagi muslim, namun seluruh umat manusia. Khususnya di Indonesia, bulan ini omzet jualan kebutuhan pokok akan berkali lipat jumlahnya, sungguh suatu hal yg tidak didapat dibulan lain. Dan sudah menjadi kebiasaan juga, saat tanggal tua Ramadhan datang banyak orang yang berseloroh, "Semoga tahun depan bisa bertemu lagi," "Jangan jadikan ini Ramadhan terakhir kami," dan segudang ungkapan sedih karena akan ditinggal "pergi" bulan suci. Namun apakah itu sudah benar-benar ungkapan dari hati wahai diri? Bukan sekedar pemanis bibir yang kering ini? Bukan pengundang k...

Menjaga Nafas Gerakan

(Ahad, 14/01/2018) Bergerak menjadi salah satu ciri makhluk hidup, khusus manusia bergerak adalah keharusan. Keharusan yang menyebabkan kita -manusia- pindah dari posisi satu ke posisi yg lain, dalam kata lain "hijrah". Banyak dari kita aktif bergerak dalam waktu tertentu, namun saat merasa di posisi yg baik berhenti bergerak. Untung kalau berhentinya sebentar, terlalu lama akibat nyaman ini yang bahaya. Maka menjaga ritme pergerakan wajib bagi manusia yang menuntut perubahan, perubahan menuju kebaikan. Pergerakan ini harus selalu bergerak, bernafas, jangan sampai berhenti ditengah perjuangan. Maka sekali lagi, istiqomah lebih baik dari seribu karomah. Bergerak atau mati! Bergerak atau Tergatikan! Jargon penyemangat yg mulai tumbuh dalam alam bawah sadar. Menjaga nafas gerakan. Pergerakan ini harus terus ada, bahkan sampai ruh ini tidak di dunia, sampai kiamat tiba. #AyoGabungKAMMI 📷 Tukang Ngompor sama Pak Ketum @dayualghozali KAMMI IKIP PGRI x

Rindu Pada Pena

Malam ini agak berbeda, entah kenapa setiap waktu yang berjalan terasa lebih bermakna. Dalam seminggu terakhir ini pagi hariku hanya diisi dengan hangatnya alas tidur, rajin produksi daki tanpa arti sama sekali. Buka mata bentar lalu terpejam kembali, niat beraktifitas hanya sebatas wacana lepas. Ah, orang malas... Nampak aktivitas hanya saat dipandang orang lain. Hati ini tak dipungkiri masih butuh penghargaan tanpa tau kapan aktualisasi. Padahal materinya udah sampai kesana kemari. Selalu terngiang ungkapan "Manusia memandang kau baik bukan karena kau baik, tapi Allah masih berkenan menutupi aib kau", jelas! Itu nampak jelas didepan mataku. Atau mungkin memang sudah nampak buruk rupa sifatku, hanya saja kawan-kawan masih sungkan memarahiku. Beberapa hari yang lalu pernah hadir dalam rumah gerakan kami seorang anak perantauan. Yang hampir tiap hari bergelimpungan tak pernah kuliah pasca disambut seniornya. Katanya tidak cocok dengan jurusannya, mau pindah malah balik...

Masjid Para Pemuda (Bagian 2 - habis)

"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu. Atau lebih dari itu, dan bacalah alqur-an itu dengan perlahan-lahan." (QS. Al-Muzzammil : 1 - 4) Kamis 22 Juni 2017 (27 Ramadhan 1438 H) Alquran Hafalan dari Ust. Hanan "Di informasikan kepada kawan-kawan untuk bersiap-siap, karena sholat tahajjud berjama'ah akan segera dimulai," ucap seorang pemuda melalui pengeras suara. Waktu itu menunjukkan pukul 00.30 wib. Wah, masih satu jam lagi jadwal shalatnya. Namun saya lihat sekeliling sambil mengerdipkan mata semakin ramai saja! Bahkan masjid Al Latiif sudah benar-benar sesak oleh pemuda yang datang. Segera saya mengambil air wudhu dan shalat syukrul wudhu kemudian kembali membuka lembaran ayat-ayat cintaNya sambil menanti jadwal Tahajjud. Tepat pukul 01.30 wib. Jama'ah mulai berdiri, disusul suara khas Ust. Hanan At Taki yang sudah siap didepan sebagai imam Q...

Masjid Para Pemuda (Bagian 1)

Suasana Masjid Al Latiif malam hari Rabu, 21 Juni 2017 (27 Ramadhan 1438 H) "Ada 7 golongan yang akan Allah Swt beri naungan pada saat hari kiamat; salah satunya adalah pemuda yang hatinya terpaut pada masjid" (Al Hadits) Pertama kali menginjakkan kaki di Jl. Saninten, kota Bandung, kita akan melihat masjid tepat didepan jalan bernama Masjid Al Latiif. Tidak ada yang berbeda dg kebanyakan masjid pada umumnya. Namun saya, dalam kesempatan bertandang ke Kota Bandung ini menyempatkan diri bisa sholat di masjid tersebut. Saya memasuki Jl. Saninten sekitar pukul 21.30 wib ba'da sholat tarawih. Terlihat jelas tulisan "Masjid Al Latiif" besar bersinar didepan pintu masuknya. Hal yang pertama kali buat terkesan adalah ramainya masjid tersebut, ya... ramainya dengan para pemuda. Ditaksir usianya rata-rata sekitar 10 - 25an tahun ada disana. Riuh dengan suara dzikir dan tilawah yang digemakan oleh kaum muda. Saya tersenyum dan terkesima dengan pemandangan ini, ...

Jadi Jurnalis Itu Mudah - Catatan Kecil KAMMI Digital Camp

Pontianak - Telah berlangsung penyampaian materi dari M. Nur Iskandar tentang Dasar-dasar Jurnalistik dalam agenda KAMMI Digital Camp di Aula Balai Pelestarian Budaya Jl. Sutoyo pada Ahad, 7/5/2017. Bg Nur, sapaan akrabnya menyampaikan

Kontroversi Puasa Bulan Rajab

Bismillahirrahmanirrahim... Setiap momen – momen dalam beragama Islam sangat hangat untuk diperbincangkan. Khususnya hal – hal yang dianggap “tidak ada” pada zaman Nabi Saw. Banyak perbedaan pendapat yang muncul antar ulama satu dengan yang lain, terdapat pertentangan antar muslim satu dengan yang lain, yang ini masih dalam batas kewajaran. Yang mengkhawatirkan adalah saat muslim satu dengan muslim yang lain saling menyalahkan, menghujat, bahkan mengkafirkan. Padahal dalam sebuah riwayat pernah disampaikan Nabi Muhammad yang artinya “Perbedaan adalah Rahmat”. Dalam momen kali ini sesuai dengan penanggalan Qomariyah 1438 Hijriyah, kita sudah memasuki bulan Rajab. Yang selalu menjadi permasalah dari tahun ke tahun (hampir setiap tahun) bahkan menjadi perdepatan kalangan akar rumput (baca:orang awam) tentang berpuasa pada bulan Rajab. Buya Yahya, selaku pengasuh Ponpes Al Bahjah Cirebon pernah menuliskan risalah kecil tentang bulan Rajab. Beliau mengawali pendahuluan bukunya den...