Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama

Review Buku; Saring Sebelum Sharing - Beragama di Era Dunia Maya

Internet sudah menjadi bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia, khususnya Orang Indonesia. Hal itu yang menyebutkan bahwa kita sedang berada dalam dunia tanpa batas, perbincangan orang Amerika akan mudah kita ketahui, isu yang berkembang ditengah masyarakat Jepang lebih mudah didapat oleh Orang Indonesia, zaman sekarang. Dan ternyata, internet sangat membawa dampak bagi masyarakat muslim dalam mempelajari agamanya, Islam. Kita akan mudah menjumpai hadits Nabi, ayat Qur’an yang menjadi rujukan utama agama Islam bertebaran di dunia maya a.k.a internet. Dunia maya itu termasuk didalamnya website , media sosial, broadcast , sampai meme atau komik yang berisi konten-konten kebaikan, jelas karena isinya adalah ayat Qur’an, hadits Nabi maupun atsar, maqolah para Sahabat dan Ulama. Namun sayang, terkadang apa yang tersebar tidak sedikit yang khilaf atau salah, salah tempat, salah pakai, salah konteks sampai salah paham! Harus diperhatikan, bahwa yang baik belum tentu benar...

Bedah Buku; Api Sejarah 1 : Ulama, Pahlawan Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Part 3 - habis)

Penguasaan pasar oleh orang Arab muslim yang datang ke Nusantara membuat masyarakat pribumi akrab dengan mereka. Tidak hanya dalam interaksi jual beli, namun masuk sampai pada kehidupan sosial, mereka menikah, membangun perkampungan sampai tanpa sadar islam menjadi agama yang banyak di anut oleh pribumi Nusantara. Komunitas muslim yang sudah menjadi mayoritas ini kemudian membentuk lembaga pengembangan manusia di Indonesia. Dengan tetap menjadikan pasar sebagai basis kekuatan ekonomi, para ulama saat itu membentuk Pondok Pesantren. Sehingga kita akan jumpai setelah kerajaan Hindu Majapahit maupun kerajaan Budha Sriwijaya runtuh, putra mahkota atupun pangerannya belajar ke pondok pesantren. Hal ini dilatarbelakangi oleh kedatangan penjajah Katolik Portugis dan Kristen Spanyol (sekitar abad 16) yang awalnya dalam rangka urusan dagang, merambah hingga penguasaan wilayah. Misi suci yang merupakan doktrin agama membuat upaya penjajahan adalah bentuk “pengabdian” pada agama. Tidak...

Bedah Buku; “Api Sejarah 1: Nenek Moyang Muslim Nusantara” (Part 2)

Siapakah yang membawa Islam ke bumi Nusantara? Kapan mereka datang? Jawaban yang akan kita dapatkan akan berbeda dengan pelajaran di sekolah setelah membaca buku ini. Jamak kita ketahui kehidupan Muhammad muda sudah ikut serta pamannya berdagang sampai ke negeri seberang, Syam (Suriah/Iran). Jujur dan dapat dipercaya merupakan ciri khasnya. Dan inilah karakteristik khusus bangsa Arab, khususnya Makkah saat itu saudagar, pedagang. Maka jauh sebelum era kenabian, aktivitas jual-beli kebutuhan pokok tidak dapat dipisahkan. Sudah pasti, tanah Nusantara menjadi salah satu daerah suplay produk kekayaan alamnya. Sumber : merahputih.com Masuknya orang-orang Arab ke Nusantara layaknya gelombang, datang dan kembali, member dan menyeretnya ke laut. Kedatangan orang Arab yang saat era kenabian tidak hanya sebagai pedagang, namun juga sebagai juru dakwah. Karena saat itu, semangatnya menyebarkan ajaran Islam yang membawa ajaran keadilan dan kebebasan, berbeda dengan agama yang ada sa...

Bedah Buku; “Api Sejarah 1: Kenangan yang Wajib Dipelajari” (Part 1)

Tahun 2014, menjadi awal pertemuan pertama saya dengan buku ini. Buku yang memberi kesan ‘horor’ dengan cover full hitam; hanya judul bukunya saja berwarna merah memberi kesan eye catching bagi yang melihatnya. Dan memang sesuai dengan cover, membaca buku ini memberi kesan horror sehingga pembacanya merasa takut jika tidak menyelesaikan membaca buku ini sampai selesai. Bisa jadi, pepatah “don’t judge book by this cover” tidak berlaku bagi buku ini, karena cover dan isinya sama-sama ‘horor’. Sumber : news.detik.com Buku sejarah karya Prof Ahmad Mansur Suryanegara ini sangat patut dibaca semua kalangan, khususnya aktivis pergerakan. Ia dapat membangkitkan ruh perjuangan untuk memberantas neo-imperialis yang muncul benihnya dalam diri bangsa ini. Senada dengan judul buku ini “API SEJARAH”, beliau menjelaskan dalam Kata Pengantarnya agar setiap jiwa dan raga yang sudah menikmati indahnya ekosistem kemerdekaan ini tidak hanya sebagai generasi penikmat, kita yang lebih dikenal de...

Virus Yang Lebih Dahsyat Dari Corona*)

Sumber : tirto.id Adakah virus yang lebih “dahsyat” dari pada virus Corona ? Ada. Jawabannya adalah virus fitnah. Proses penyebarannya begitu masiv, sangat cepat dan bahkan cukup mematikan ; mematikan silaturrahmi, mematikan kebersamaan dan bahkan bisa memporak porandakan wilayah Tauhid, sebuah areal yang sangat sensitive. Karena fitnah itu sendiri lebih kejam dari pembunuhan, Wal-fitnatu asyaddu minal qotl. “Mengapa tidak boleh shalat berjamaah dan jum’at di masjid ? Justru saat Allah menurunkan cobaan, mengapa harus menjauhi masjid ? Jangan-jangan ini bagian dari konspirasi global Yahudi yang tidak suka umat Islam memakmurkan masjid, bukankah jauh lebih baik mati di dalam masjid daripada mati mengurung diri di rumah ? Mengapa lebih takut kepada Corona dari pada takut kepada Allah? Bukankah kematian itu sudah diatur oleh Allah, dan hanya Dia yang menentukan ? Memang zaman benar-benar sudah mendekati kiamat ...” Inilah diksi yang berkembang saat ini. Berkembang terus, be...

Review Buku; "Pendar-Pendar Kebijaksanaan", Memaknai Agama ‘tidak sekedar’ Agama

“Kematian mengajarkan bahwa apa yang dimiliki dan dicintai manusia dalam hidupnya akan ditinggalkan dan tak berharga lagi.” (KH. Husein Muhammad) Pendar, selayaknya memang dipergunakan pada tempat yang awalnya gelap agar cahaya yang terpancar bermanfaat bagi sekelilingnya. Sesuai dengan namanya, buku dengan judul “Pendar-Pendar Kebijaksanaan” ini memberikan cahaya hikmah bagi setiap orang yang membaca. Untaian kalimat yang mengawali tulisan ini member kita hikmah dari suatu kondisi yang dipahami secara luas akhir dari episode manusia; kematian. Namun, melalui tulisan penuh inspiratif penulis mengulik ilmu dan pengetahuan begitu dalam darinya. Ini hanya salah satu tulisan dari buku beliau. Buku dengan sampul hitam perpaduan gambar tarian sufi (tarian yang terkenal era Dinasti Abbasiyyah) menurut saya menunjukkan bahwa isi buku ini berisi tentang hikmah yang tidak hanya sekedar dibaca, namun dipahami dengan akal, pikiran dan hati yang terbuka. Karena tidak cukup dibaca sekali...

Manusia yang Dikejar Harta

Sumber : kisahmenarikhati.blogspot.com Alkisah, hamparan lautan pasir nan tandus menjadi saksi atas bangkitnya sebuah peradaban. Dari mereka yang merendahkan derajat manusia sesuai kadar harta, hingga harta menjadi tidak ada lagi artinya. Menjadikan umat manusia yang diperjual belikan layaknya kambing atau unta, kini ditinggikan derajatnya bahkan melebihi level Raja Kisra. Inilah kisah manusia, yang bahkan harta tidak ia harapkan keberadaanya namun ia dicintai oleh harta bahkan dikejar-kejar dunia. *** Manusia itu adalah seorang saudagar kaya, hartanya melimpah, usahanya berkembang pesat. Banyak saudara, sahabat dan kerabatnya terbantu atas harta yang ia miliki. Tanah Haram; Makkah menjadi saksi atas karirnya menjadi saudagar kaya disana. Sampai suatu ketika, mitra bisnisnya Abu Bakar Ash-Shiddiq berbincang dan berdiskusi. Mereka membicarakan suatu hal yang akan merubah drastis kehidupannya. Mereka membicarakan perihal ajaran yang dibawa oleh seorang bergelar Al-Amin; ...

UKHUWAH

06/01 - Bersaudara itu indah. Maka, mendapatkan suatu keindahan pasti tidak mudah. Bersusah payahlah, keindahan akan dirasa se-sejatinya indah. Itulah ukhuwah. . Ukhuwah; atau dalam arti bhs Indonesia adalah bersaudara, persaudaraan memiliki makna yg jauh lebih luas daripada artinya. Ia lebih dalam mengandung unsur cinta, peduli, simpati, rindu, benci, sayang, perhatian, dan banyak sekali rasa yg pasti menjadi bumbu penyedap persaudaraan. . Banyak kita baca kisah indahnya Ukhuwah yg sudah di contohkan Nabi Muhammad Saw. Pernah suatu saat Rasulullah Saw masih di Makkah, ada seorang musyrikun yg konsisten meludahi Nabi dari atas rumahnya. Suatu hari, Nabi tak mendapati kembali perlakuan itu dan didapatkan info dari sahabat bahwa orang ini sedang sakit sehingga Nabi Muhammad-pun datang menjenguknya. . Alangkah terkejutnya ia, disangkanya Sang Nabi akan datang untuk membalas perlakuan buruknya selama ini, bahkan bisa jadi membunuhnya. Namun apa? Sang Nabi dengan santun dan arif men...

BISMILLAH - 2020

Setiap hari yg Allah ciptakan selalu sama komposisinya. Ia berkumpul dari satuan detik menjadi menit, menit kemudian menjadi jam, lalu berkumpul  sebanyak 24 jam jadilah ia 1 hari. . Allah pula yang menciptakan sedemikian rupa alam semesta selama 6 hari ( sittati ayyaam ). Lah, emangnya Allah g bisa langsung buat 'jadi' gitu? Disinilah Allah mengajarkan makhluknya -manusia- yg dhoif ini arti sebuah proses. Disinilah Allah memberi tantangan untuk membuktikan kehebatan ciptaanNya dg kalimat 'apakah kamu tidak berfikir?'. . Setiap waktu punya kisahnya. Dan waktu lalu (2019) sudah kita lewati dg berbagai macam kejadiannya. Tinggal kita sambut dan jalani waktu ini (2020) dengan semangat baru bersama orang² 'baru'. . "Waktu itu hanya ada 3; waktu lalu yg sdh jadi kenangan, waktu  sekarang yg sedang kita jalani, dan waktu depan yg akan kita temui." (Al Hikmah) . Alhamdulillah, awal tahun Syamsyiyyah 2020 ini saya temui setelah menutup 2019 dengan a...

Sucikan Nama Tuhanmu, Jangan Takbir Untuk Perpecahan

Sumber :  https://www.economist.com Oleh: Zainul Asror Kemarin, Kamis 20/12/2018, KMQ (Kajian Membumikan al-Quran) di PSQ tampak berbeda. Kalau biasanya ruangan yang biasa dipakai untuk diskusi bulanan ini tampak lengang, kali ini ini ruangan PSQ sampai penuh sesak. Lalu apa yang menyebabkan animo mahasiswa—baik mahasiswa s1, s2 dan s3—begitu besar? Jawabannya satu. TGB Dr. Zainul Majdi effect. Selain TGB, tentu saja ada tuan rumah PSQ, Dr. Muchlis Hanafi dan tentunya Prof. Quraish Shihab. Diskusi lebih menantang dan menarik karena tema yang diusung adalah tentang

Muslim Kok Gitu, Sih?

"Sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara, karena itu maka damaikanlah antara kedua saudaramu (yg berselisih) dan bertakwalah kpd Allah agar kamu mendapat rahmat." (Qs. AlHujurat : 10) Ayat ini menjelaskan bahwa persaudaraan berkolerasi dengan keimanan. Bagaimana tidak, manusia model apa yang mampu melawan tank baja dan hujan roket hanya dengan berbekal ketapel ditangan? Bisa kita lihat anak-anak Palestina. Apa yang membuat Panglima Jenderal Sudirman kékéh  turun ke medan perang meski harus ditandu, sigap memimpin pasukan gerilya melawan Belanda.  Itu buah persaudaraan dengan iman. Tapi ada yang bersaudara dalam keburukan. Dan persaudaraan mereka lebih rekat. Kita lihat kelompok pencopet, preman pasar, atau geng motor ugal-ugalan. Sayang, persaudaraan mereka tidak dibalut iman. Muslim saat ini memang mengalami kemunduran. Kabarnya, sejak penyerbuan tentara Mongol ke kota Baghdad sehingga runtuhnya Dinasti Abbasyiah bersama ratusan kitab-kitab ilmiah yang dibuah ke...

Shubuh Prayer Effect

Berikut ini kisah nyata akibatnya karena rajin shalat shbuh di masjid. Diambil Dari Buku "Kembali Ke Titik Nol" Halaman 27 - 29, Karya Mas Saptuari Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا “Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” ( HR. Muslim725). Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!! Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam. Ketika hari masih gelap, dingin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepala...

Jejak Perjuangan Islam di Kota Pontianak

Islam menebarkan nuansa rahmatan lil'alamin tanpa menutupi budaya lokal. Bahkan memoles budaya menjadi lebih bermakna dengan suntikan substansi-substansi nilai islam membuat masyarakat lokal masuk Islam secara sukarela. Hal ini akan jelas terlihat saat kita berkunjung ke Istana Kadriyah di Kelurahan Bugis kec. Pontianak Timur yang menjadi sentral penyebaran Islam di kota Pontianak. Herfan dan Nauval (Peserta DM3 Kalbar) didepan Istana Kadriyah Nuansa ke-Islam-an akan terlihat pada gapura di Jl. Tanjung Raya 1. Disudut kanan dan kiri terdapat tulisan kaligrafi "Muhammad" dan ucapan Ahlan wa Sahlan yg berarti Selamat datang ditambah lagi bahasa melayu Awak Datang Kamek Sambot menjadi bukti bahwa Kesultanan yang telah berdiri sejak tahun 1771 sudah "Islam". Warna yang mencolok adalah kuning keemasan melambangkan kejayaan dengan sedikit list hijau mewakili warna Islam. Paduan warna ini akan kita temui juga di Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman Al Ka...

Masjid Para Pemuda (Bagian 2 - habis)

"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu. Atau lebih dari itu, dan bacalah alqur-an itu dengan perlahan-lahan." (QS. Al-Muzzammil : 1 - 4) Kamis 22 Juni 2017 (27 Ramadhan 1438 H) Alquran Hafalan dari Ust. Hanan "Di informasikan kepada kawan-kawan untuk bersiap-siap, karena sholat tahajjud berjama'ah akan segera dimulai," ucap seorang pemuda melalui pengeras suara. Waktu itu menunjukkan pukul 00.30 wib. Wah, masih satu jam lagi jadwal shalatnya. Namun saya lihat sekeliling sambil mengerdipkan mata semakin ramai saja! Bahkan masjid Al Latiif sudah benar-benar sesak oleh pemuda yang datang. Segera saya mengambil air wudhu dan shalat syukrul wudhu kemudian kembali membuka lembaran ayat-ayat cintaNya sambil menanti jadwal Tahajjud. Tepat pukul 01.30 wib. Jama'ah mulai berdiri, disusul suara khas Ust. Hanan At Taki yang sudah siap didepan sebagai imam Q...

Mengkhidmati Keberagaman

Oleh : Muhammad Nashir Syam Keberagaman adalah sebuah keniscayaan, dalam terminologi agama lazim disebut sunnatullah, sesuatu yang tak mungkin terelakkan. Karena ia memang sesuatu yang given (kodrati) dalam kehidupan. Justeru dalam Islam, keberagaman diyakini sebagai rahmat Allah, sebagai karunia yang mencerdaskan umatnya melalui dinamika perbedaan yang konstruktif. Bukankah dalam sebuah Hadits Nabi disebutkan bahwa, “Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat” Sinyalemen Rasulullah SAW ini cukup mengindikasikan semangat keberagaman (dengan segala perbedaan yang ada) itu. Meminjam bahasanya Kang Said (KH. Said Aqiel Siraj, Ketua PBNU) perbedaan pendapat (misalnya dalam masalah khilafiyah furu’iyah) di kalangan umat Islam itu akan tetap ada, “sampai kiamat sekalipun”. Pernyataan yang agak bombastis, tapi rasanya sulit terbantahkan. Kitapun diingatkan akan Mahakata Ilahi dalam Kalam SuciNya pada Surah ke-49 Al-Hujurat ayat 13 ; “Wahai manusia, sesungguhnya Kami (Allah) me...

Masjid Para Pemuda (Bagian 1)

Suasana Masjid Al Latiif malam hari Rabu, 21 Juni 2017 (27 Ramadhan 1438 H) "Ada 7 golongan yang akan Allah Swt beri naungan pada saat hari kiamat; salah satunya adalah pemuda yang hatinya terpaut pada masjid" (Al Hadits) Pertama kali menginjakkan kaki di Jl. Saninten, kota Bandung, kita akan melihat masjid tepat didepan jalan bernama Masjid Al Latiif. Tidak ada yang berbeda dg kebanyakan masjid pada umumnya. Namun saya, dalam kesempatan bertandang ke Kota Bandung ini menyempatkan diri bisa sholat di masjid tersebut. Saya memasuki Jl. Saninten sekitar pukul 21.30 wib ba'da sholat tarawih. Terlihat jelas tulisan "Masjid Al Latiif" besar bersinar didepan pintu masuknya. Hal yang pertama kali buat terkesan adalah ramainya masjid tersebut, ya... ramainya dengan para pemuda. Ditaksir usianya rata-rata sekitar 10 - 25an tahun ada disana. Riuh dengan suara dzikir dan tilawah yang digemakan oleh kaum muda. Saya tersenyum dan terkesima dengan pemandangan ini, ...

Kontroversi Puasa Bulan Rajab

Bismillahirrahmanirrahim... Setiap momen – momen dalam beragama Islam sangat hangat untuk diperbincangkan. Khususnya hal – hal yang dianggap “tidak ada” pada zaman Nabi Saw. Banyak perbedaan pendapat yang muncul antar ulama satu dengan yang lain, terdapat pertentangan antar muslim satu dengan yang lain, yang ini masih dalam batas kewajaran. Yang mengkhawatirkan adalah saat muslim satu dengan muslim yang lain saling menyalahkan, menghujat, bahkan mengkafirkan. Padahal dalam sebuah riwayat pernah disampaikan Nabi Muhammad yang artinya “Perbedaan adalah Rahmat”. Dalam momen kali ini sesuai dengan penanggalan Qomariyah 1438 Hijriyah, kita sudah memasuki bulan Rajab. Yang selalu menjadi permasalah dari tahun ke tahun (hampir setiap tahun) bahkan menjadi perdepatan kalangan akar rumput (baca:orang awam) tentang berpuasa pada bulan Rajab. Buya Yahya, selaku pengasuh Ponpes Al Bahjah Cirebon pernah menuliskan risalah kecil tentang bulan Rajab. Beliau mengawali pendahuluan bukunya den...